4 KEUTAMAAN MALAM LAILATUL QODAR
Malam lailatul qodar merupakan malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, penuh keberkahan, para malaikat dan khususnya malaikat jibril turun untuk mengunjungi dan menghampiri orang yang sedah menghidupi malam dengan penuh keberkahan, pahala orang yang dapat bertemu malam lailatulqodar dininilai lebih baik dari seribu bulan. Malam itu pula memperingati dimana diturunkannya Al-Quran / Nuzulul Qur’an , dan malam lailatulqodar juga menjadi malam dimana dijelaskannya oleh Allah SWT terkait segala urusan yang penuh hikmah yaitu makhluk di bumi, seperti hidup, mati, rezeki, nasib baik, nasib buruk, dan sebagainya dalam hal ini malam dimana dicatatnya takdir tahunan makhluk di bumi.
Keutamaan malam lailatul qodar memang menjadi hal yang harus diketahui dan dipahami khususnya muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, agar dalam mengaplikasikan setiap kegiatannya dapat menjadi hal yang berarti untuk hidupnya. Apalagi terkait menghidupi malam saat bulan suci Ramadhan. Berikut adalah keutamaan malam lailatul qodar yang harus kita ketahui :
- Pahalanya lebih dari 1000 bulan
Pahala untuk muslim yang bisa bertemu dengan lailatul qodar bisa lebih dari 1000 bulan, pahala yang setara dengan ibadah lebih dari 83 tahun. Istimewanya malam lailatul qodar ini , Al-Qur’an menjelaskan tentang Lailatul Qadar tercantum dalam Surat Al-Qadr ayat 1 – 5 :
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِخَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ (3) تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ (4) سَلٰمٌ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar. Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu?. Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.”
Ayat di atas memberikan isyarat bahwa pentingnya dan istimewanya bisa bertemu lailatul qodar. Angka 1000 bulan atau 83 tahun 4 bulan merupakan umur standar rata-rata hidup manusia di dunia sehingga jika seseorang menemui malam lailatul qodar dan dapat melakukan kegiatan kegiatan yang baik, dinilai ibadah maka sama saja ia telah berbuat baik seumur hidupnya. Bukan berarti tidak perlu beribadah mahdhoh atau ghairu mahdhoh, ini akan menambah lengkapnya saat bulan suci Ramadhan yang menjadi bulan penuh keberkahan.
- Malam diturunkannya Al-Qur’an
Keutamaan malam lailatul qodar yang ke-2 yaitu malam dimana diturunkannya Al-Qur’an. Sungguh mulia malam tersebut menjadi malam dimana Al – Qur’an diturunkan, kalamullah yang menjadi pedoman hidup umat manusia, bahkan mushaf Al-qur’an tergolong suci dan harus dalam keadaan wudhu jika menyentuhnya. Membacanya dapat dinilai ibadah yang berlipat – lipat. Apalagi dibaca saat bulan suci Ramadhan, menjadi kegiatan yang tak ternilai pahalanya. Berikut ayat yang menjelaskan dimana malam diturunkannya Al-Qur’an. Terdapat dalam QS: Al-Baqarah 185 :
شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهۡرَ فَلۡيَصُمۡهُۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٖ فَعِدَّةٞ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلۡعُسۡرَ وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ (البقرة : 185)
Artinya : Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya untuk pertama kali diturunkan Al-Qur'an pada lailatul qadar, yaitu malam kemuliaan, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang benar dan yang salah. Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada, yakni hidup, di bulan itu dalam keadaan sudah akil balig, maka berpuasalah. Dan barang siapa yang sakit di antara kamu atau dalam perjalanan lalu memilih untuk tidak berpuasa, maka ia wajib menggantinya sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dengan membolehkan berbuka, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu dengan tetap mewajibkan puasa dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dengan berpuasa satu bulan penuh dan mengakhiri puasa dengan bertakbir mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur atasnya. (QS:Al-Baqarah ayat 185)
- Malam penuh keberkahan
Keutamaan malam lailatul qadar lainnya adalah sebagai malam yang penuh keberkahan. Dalam surat Ad Dukhan ayat 3 Allah SWT berfirman:
إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةٖ مُّبَٰرَكَةٍۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ
Artinya : Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.
Pada malam lailatul qodar menjadi malam yang diberkahi oleh Allah SWT, sehingga pada malam tersebut akan menjadi hal yang sangat penting untuk berbuat baik dan beribadah didalamnya. Pada malam itu juga dijelaskan oleh Allah SWT segala urusan yang penuh hikmah, yaitu segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk di bumi, seperti hidup, mati, rezeki, nasib baik, nasib buruk, dan sebagainya, yaitu urusan yang datang dari sisi Allah SWT.
Berkah atau barokah berarti bertambahnya kebaikan dan bertambahnya amal perbuatan baik. Semakin baik ini menjadi kunci dari keberkahan. Keberkahan yang menjadi hal penting bagi orang yang mengisinya dengan baik dan penuh keikhlasan.
- Malam pencatatan takdir tahunan
Malam lailatul qadar juga menjadi malam pencatatan takdir tahunan. Allah SWT berfirman dalam surat Ad Dukhan, "Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah." (QS. Ad Dukhan: 4).
فِيهَا يُفۡرَقُ كُلُّ أَمۡرٍ حَكِيمٍ
Artinya : Pada malam itu dijelaskan oleh Allah segala urusan yang penuh hikmah,
Urusan yang ada dalam ayat di atas yaitu segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk di bumi, seperti hidup, mati, rezeki, nasib baik, nasib buruk, dan sebagainya, yaitu urusan yang datang dari sisi Allah SWT. Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa pada lailatul qadar akan dirinci di Lauhul Mahfuzh mengenai penulisan takdir dalam setahun, termasuk ajal dan rezeki. Selain itu, akan dicatat juga segala sesuatu hingga akhir dalam setahun.
Imam Nawawi dalam syarah muslim (8:57) mengatakan, catatan takdir tahunan tersebut tentu saja didahului oleh ilmu dan penulisan Allah. Takdir tersebut kemudian akan diperlihatkan kepada para malaikat dan ia mengetahui apa yang akan terjadi, lalu para malaikat tersebut menjalankan tugas yang diperintahkan untuk mereka.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Meningkatkan Kualitas Pendidikan Melalui Evaluasi Pembelajaran Guru
Pada tanggal 4 Oktober 2024, kami mengadakan Rapat Kerja Guru dengan tema “Menciptakan Kelas yang Inovatif dan Pembelajaran yang Up to Date.” Kegiatan ini dirancang untuk me
WORKSHOP "ON IMPROVING TEACHER QUALITY, INOVATION AND MOTIVATION IN ENGLISH LANGUAGE TEACHING"
Kata globalisasi mungkin sudah tidak asing lagi didengar oleh banyak orang, globalisasi merupakan aspek yang tidak terhindarkan dalam kehidupan manusia, arus globalisasi telah mempengar
Selamat dan Sukses Siswa dan Siswi MA Darunnajah Atas Kelulusannya
Segenap civitas akademika MA Darunnajah mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh siswa dan siswi kelas XII atas kelulusannya. 6 Mei 2024 merupakan hari yang membahagiakan bagi 

